Download Cheat PointBlank,Crossfire,Lost Saga,Dan Game Lainya Secara Gratis Di Karim Cheat

Minggu, 23 Juli 2017

Balap Sepeda: Tour de Flores 2017 Masih Tunggak Utang 2016 Rp 1 M

Sport, Jakarta - Yayasan ALSEMAT (Yayasan Alumni Seminari St. Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko) yang merupakan panitia pelaksana atau organizer untuk lomba balap Pembalap Prancis, Thomas Lebas, Juarai Tour de Flores 2017

Ketua Yayasan ALSEMAT adalah Yustinus B. Solakira dan Sekretaris Umum adalah Alex Dungkal. Chairman Tour de Flores adalah Primus Dorimulu, dan Managing Director 1 adalah Yustinus B. Solakira dan Managing Director 2 adalah Faustinus Wundu.  

Pasca TdF 2016, IGP menunggu pembayaran dari Yayasan ALSEMAT yang seharusnya diterima sesuai dengan kontrak, berikut tagihan-tagihan lainnya. Kepada IGP dan vendor lainnya, pihak Yayasan ALSEMAT berjanji untuk membayarkan, namun setelah beberapa bulan, janji tidak pernah terealisir.

“Kami anggap Yayasan ALSEMAT bersikap apatis dan karena itu kami buka persoalan ini melalui media massa. Kami terus menunggu Yayasan ALSEMAT untuk menyelesaikan kewajibannya dalam waktu satu dua bulan ke depan, walaupun hingga kini tidak ada respons dari pihak merek. Jika masih tidak ada tanggapan, mungkin lebih baik kami menempuh jalur hukum,” ujar Vinda mengingatkan.

Baca: Panitia Targetkan Tour de Flores diikuti Peserta dari 30 Negara

Pihak Yayasan ALSEMAT mengakui dan menyadari kewajibannya untuk membayar utang tersebut setelah penyelenggaraan TdF 2016. Berkali-kali pula pihak Yayasan ALSEMAT dan panitia lainnya menjanjikan untuk memenuhi kewajibannya, namun ternyata sampai dengan detik ini, hanya janji.

Surat pemberitahuan hingga surat peringatan telah dikirimkan ke Yayasan ALSEMAT, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan, hingga akhirnya, Yayasan ALSEMAT kembali menggelar balap sepeda TdF pada 14 -19 Juli 2017 lalu.

DON

Balap Sepeda: Tour de Flores 2017 Masih Tunggak Utang 2016 Rp 1 M

Sport, Jakarta - Yayasan ALSEMAT (Yayasan Alumni Seminari St. Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko) yang merupakan panitia pelaksana atau organizer untuk lomba balap Pembalap Prancis, Thomas Lebas, Juarai Tour de Flores 2017

Ketua Yayasan ALSEMAT adalah Yustinus B. Solakira dan Sekretaris Umum adalah Alex Dungkal. Chairman Tour de Flores adalah Primus Dorimulu, dan Managing Director 1 adalah Yustinus B. Solakira dan Managing Director 2 adalah Faustinus Wundu.  

Pasca TdF 2016, IGP menunggu pembayaran dari Yayasan ALSEMAT yang seharusnya diterima sesuai dengan kontrak, berikut tagihan-tagihan lainnya. Kepada IGP dan vendor lainnya, pihak Yayasan ALSEMAT berjanji untuk membayarkan, namun setelah beberapa bulan, janji tidak pernah terealisir.

“Kami anggap Yayasan ALSEMAT bersikap apatis dan karena itu kami buka persoalan ini melalui media massa. Kami terus menunggu Yayasan ALSEMAT untuk menyelesaikan kewajibannya dalam waktu satu dua bulan ke depan, walaupun hingga kini tidak ada respons dari pihak merek. Jika masih tidak ada tanggapan, mungkin lebih baik kami menempuh jalur hukum,” ujar Vinda mengingatkan.

Baca: Panitia Targetkan Tour de Flores diikuti Peserta dari 30 Negara

Pihak Yayasan ALSEMAT mengakui dan menyadari kewajibannya untuk membayar utang tersebut setelah penyelenggaraan TdF 2016. Berkali-kali pula pihak Yayasan ALSEMAT dan panitia lainnya menjanjikan untuk memenuhi kewajibannya, namun ternyata sampai dengan detik ini, hanya janji.

Surat pemberitahuan hingga surat peringatan telah dikirimkan ke Yayasan ALSEMAT, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan, hingga akhirnya, Yayasan ALSEMAT kembali menggelar balap sepeda TdF pada 14 -19 Juli 2017 lalu.

DON

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Liga 1: Ditekuk Bali United 0-3, PSM Telan Kekalahan Terbesar

Sport, Jakarta - Klasemen Liga 1 Pekan 16: Persipura Rebut Takhta Bhayangkara FC

Bali United berhasil unggul telak di babak kedua. Gol pertama dari kesempatan penalti. Marcos Flores membawa Bali United unggul di menit ke-57. Selanjutnya gol kedua menit ke-73 melalui sepakan Sylvano Dominique Comvalius setelah menerima umpan dari Miftahul Hamdi.

Gol terakhir Bali United dibuat oleh Miftahul di menit ke-89, setelah menerima umpan tendangan sudut dari Fadil Sausu.

Baca: Piala Asia: Imbang 0-0 Lawan Thailand, Timnas U-22 Gagal ke Final

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengatakan beberapa keputusan wasit Djumadi Effendi mempengaruhi skuad asuhannya. Selain itu juga tanpa kehadiran Hamka Hamzah dan Steven Paulle di lini belakang yang absen bertanding.

"Tanpa dua pilar itu, dan kami harus bermain dengan 10 pemain," katanya.

Punggawa PSM Marc Anthony Klok harus meninggalkan lapangan di menit ke-66 setelah melanggar Marcos Flores.

Baca: Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro menganggap pertandingan tersebut luar biasa.

"Saya selalu menekankan pemain manfaatkan peluang. Pertandingan sepak bola ingin menunjukan orientasi mencetak gol," ujarnya.

Dari kemenangan atas PSM Makassar itu, Bali United kini berada di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan 29 poin. Sedangkan PSM peringkat ke-5 memiliki 28 poin.

BRAM SETIAWAN

Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Bola, Jakarta - Pelatih Liga 1 2017. Meskipun jendela transfer telah dibuka sejak 16 Juli.
 
"Materi pemain kami sudah bagus," kata Simon, Ahad, 23 Juli 2017.

Hal itu diperkuat dengan posisi klasemen sementara yang menempatkan tim berjuluk The Guardians tersebut berada di papan atas klasemen sementara, bahkan sempat memuncakinya sebelum digusur oleh Persipura Jayapura.

Baca: Insiden Pelemparan di Laga Persija, Persib Pasrah Hadapi Sanksi

Persipura maupun Bhayangkara FC kini sama-sama mengemas 30 poin dari 16 pertandingan. Hanya saja, selisih gol lebih banyak tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga berhak menempati urutan di atas Bhayangkara FC.

"Justru pemain kami yang banyak diincar tim lain," kata Simon.

Ia mengatakan, Ilham Udin Armaiyn yang sempat menjadi idola Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri performanya semakin menjanjikan. Bahkan, beberapa kali dipasang menjadi penyerang, pemain nomor punggung 20 tersebut mencetak gol.

Baca: Liga 1; Aji Santoso Sindir Nil Maizar: Pelatih Harus Sportif

"Ketika penyerang kami tidak cetak gol, Ilham berhasil mencetak gol," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

Di lini belakang, kata dia, Simon saat ini bisa memainkan Jajang Mulyana yang merupakan penyerang. Simon beberapa kali menduetkan pemain bernomor punggung 10 tersebut duet dengan Indra Kahfi maupun Octavio Dutra. Simon memuji penampilan Jajang di belakang.

Ia menambahkan, kualitas pemain di timnya semuanya rata, baik pemain inti maupun pemain lapis kedua. Bahkan ketika ditinggal Evan Dimas dan I Putu Gede memperkuat timnas U-22, Bhayangkara FC mampu menang tiga kali beruntun di Liga 1 2017.

ADI WARSONO

Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Bola, Jakarta - Pelatih Liga 1 2017. Meskipun jendela transfer telah dibuka sejak 16 Juli.
 
"Materi pemain kami sudah bagus," kata Simon, Ahad, 23 Juli 2017.

Hal itu diperkuat dengan posisi klasemen sementara yang menempatkan tim berjuluk The Guardians tersebut berada di papan atas klasemen sementara, bahkan sempat memuncakinya sebelum digusur oleh Persipura Jayapura.

Baca: Insiden Pelemparan di Laga Persija, Persib Pasrah Hadapi Sanksi

Persipura maupun Bhayangkara FC kini sama-sama mengemas 30 poin dari 16 pertandingan. Hanya saja, selisih gol lebih banyak tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga berhak menempati urutan di atas Bhayangkara FC.

"Justru pemain kami yang banyak diincar tim lain," kata Simon.

Ia mengatakan, Ilham Udin Armaiyn yang sempat menjadi idola Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri performanya semakin menjanjikan. Bahkan, beberapa kali dipasang menjadi penyerang, pemain nomor punggung 20 tersebut mencetak gol.

Baca: Liga 1; Aji Santoso Sindir Nil Maizar: Pelatih Harus Sportif

"Ketika penyerang kami tidak cetak gol, Ilham berhasil mencetak gol," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

Di lini belakang, kata dia, Simon saat ini bisa memainkan Jajang Mulyana yang merupakan penyerang. Simon beberapa kali menduetkan pemain bernomor punggung 10 tersebut duet dengan Indra Kahfi maupun Octavio Dutra. Simon memuji penampilan Jajang di belakang.

Ia menambahkan, kualitas pemain di timnya semuanya rata, baik pemain inti maupun pemain lapis kedua. Bahkan ketika ditinggal Evan Dimas dan I Putu Gede memperkuat timnas U-22, Bhayangkara FC mampu menang tiga kali beruntun di Liga 1 2017.

ADI WARSONO

Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Bola, Jakarta - Pelatih Liga 1 2017. Meskipun jendela transfer telah dibuka sejak 16 Juli.
 
"Materi pemain kami sudah bagus," kata Simon, Ahad, 23 Juli 2017.

Hal itu diperkuat dengan posisi klasemen sementara yang menempatkan tim berjuluk The Guardians tersebut berada di papan atas klasemen sementara, bahkan sempat memuncakinya sebelum digusur oleh Persipura Jayapura.

Baca: Insiden Pelemparan di Laga Persija, Persib Pasrah Hadapi Sanksi

Persipura maupun Bhayangkara FC kini sama-sama mengemas 30 poin dari 16 pertandingan. Hanya saja, selisih gol lebih banyak tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga berhak menempati urutan di atas Bhayangkara FC.

"Justru pemain kami yang banyak diincar tim lain," kata Simon.

Ia mengatakan, Ilham Udin Armaiyn yang sempat menjadi idola Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri performanya semakin menjanjikan. Bahkan, beberapa kali dipasang menjadi penyerang, pemain nomor punggung 20 tersebut mencetak gol.

Baca: Liga 1; Aji Santoso Sindir Nil Maizar: Pelatih Harus Sportif

"Ketika penyerang kami tidak cetak gol, Ilham berhasil mencetak gol," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

Di lini belakang, kata dia, Simon saat ini bisa memainkan Jajang Mulyana yang merupakan penyerang. Simon beberapa kali menduetkan pemain bernomor punggung 10 tersebut duet dengan Indra Kahfi maupun Octavio Dutra. Simon memuji penampilan Jajang di belakang.

Ia menambahkan, kualitas pemain di timnya semuanya rata, baik pemain inti maupun pemain lapis kedua. Bahkan ketika ditinggal Evan Dimas dan I Putu Gede memperkuat timnas U-22, Bhayangkara FC mampu menang tiga kali beruntun di Liga 1 2017.

ADI WARSONO

Bursa Transfer Liga 1, Bhayangkara FC Tak Ingin Tambah Pemain

Bola, Jakarta - Pelatih Liga 1 2017. Meskipun jendela transfer telah dibuka sejak 16 Juli.
 
"Materi pemain kami sudah bagus," kata Simon, Ahad, 23 Juli 2017.

Hal itu diperkuat dengan posisi klasemen sementara yang menempatkan tim berjuluk The Guardians tersebut berada di papan atas klasemen sementara, bahkan sempat memuncakinya sebelum digusur oleh Persipura Jayapura.

Baca: Insiden Pelemparan di Laga Persija, Persib Pasrah Hadapi Sanksi

Persipura maupun Bhayangkara FC kini sama-sama mengemas 30 poin dari 16 pertandingan. Hanya saja, selisih gol lebih banyak tim berjuluk Mutiara Hitam, sehingga berhak menempati urutan di atas Bhayangkara FC.

"Justru pemain kami yang banyak diincar tim lain," kata Simon.

Ia mengatakan, Ilham Udin Armaiyn yang sempat menjadi idola Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri performanya semakin menjanjikan. Bahkan, beberapa kali dipasang menjadi penyerang, pemain nomor punggung 20 tersebut mencetak gol.

Baca: Liga 1; Aji Santoso Sindir Nil Maizar: Pelatih Harus Sportif

"Ketika penyerang kami tidak cetak gol, Ilham berhasil mencetak gol," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

Di lini belakang, kata dia, Simon saat ini bisa memainkan Jajang Mulyana yang merupakan penyerang. Simon beberapa kali menduetkan pemain bernomor punggung 10 tersebut duet dengan Indra Kahfi maupun Octavio Dutra. Simon memuji penampilan Jajang di belakang.

Ia menambahkan, kualitas pemain di timnya semuanya rata, baik pemain inti maupun pemain lapis kedua. Bahkan ketika ditinggal Evan Dimas dan I Putu Gede memperkuat timnas U-22, Bhayangkara FC mampu menang tiga kali beruntun di Liga 1 2017.

ADI WARSONO

LBH Ungkap Kelemahan Kebijakan Bos Narkoba Ditembak di Tempat

Nasional, Jakarta - Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero menilai langkah Kepala Kepolisian Jenderal Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya
 
Yohan menilai kebijakan tembak di tempat akan merugikan upaya supply reduction dalam skala besar. Menembak mati seorang pengedar gelap artinya memutus rantai informasi penting yang sangat diperlukan bagi Indonesia untuk meminimalisir peredaran gelap narkoba. Penyidikan yang dilakukan secara baik tanpa menghilangkan nyawa seseorang semestinya justru dapat mengungkap sindikat peredaran gelap narkoba yang lebih besar.
 
Selain itu, Yohan memandang wacana kebijakan ini sebagai strategi yang dibuat-buat untuk membangun kesan bahwa kepolisian betul-betul bekerja untuk mengentaskan peredaran gelap narkoba. Padahal yang perlu dilakukan pertama kali adalah memastikan kepolisian bersih dari pihak yang ikut melindungi peredaran gelap narkoba, bukan mencari jalan pintas dengan menghilangkan nyawa manusia.

“Kita tidak bisa membersihkan sesuatu dengan sapu kotor,” kata dia.
 
Yohan juga menilai Polri memiliki isu lain yang tidak kalah mendesak untuk diselesaikan. Sebagai contoh, Polri belum berhasil menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap Novel Baswedan yang penyidikannya sudah berlangsung lebih dari seratus hari. Ia menambahkan kebijakan tembak di tempat semacam itu tidak akan memberikan efek baik dalam waktu jangka panjang.
 
Yohan mencontohkan Thailand di bawah kepemimpinan Thaksin Shinawatra pernah menerapkan kebijakan yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan Duterte saat ini. Dalam periode yang singkat, jumlah narkotika yang beredar memang berkurang.

Namun, pembunuhan-pembunuhan ini tidak akan menyasar orang-orang yang menguasai sindikat peredaran gelap narkoba. Target-target sasaran selalu orang-orang yang ada di rantai komando paling bawah. Ketika mereka hilang selalu bisa digantikan posisinya oleh orang lain.
 
DANANG FIRMANTO

LBH Ungkap Kelemahan Kebijakan Bos Narkoba Ditembak di Tempat

Nasional, Jakarta - Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero menilai langkah Kepala Kepolisian Jenderal Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya
 
Yohan menilai kebijakan tembak di tempat akan merugikan upaya supply reduction dalam skala besar. Menembak mati seorang pengedar gelap artinya memutus rantai informasi penting yang sangat diperlukan bagi Indonesia untuk meminimalisir peredaran gelap narkoba. Penyidikan yang dilakukan secara baik tanpa menghilangkan nyawa seseorang semestinya justru dapat mengungkap sindikat peredaran gelap narkoba yang lebih besar.
 
Selain itu, Yohan memandang wacana kebijakan ini sebagai strategi yang dibuat-buat untuk membangun kesan bahwa kepolisian betul-betul bekerja untuk mengentaskan peredaran gelap narkoba. Padahal yang perlu dilakukan pertama kali adalah memastikan kepolisian bersih dari pihak yang ikut melindungi peredaran gelap narkoba, bukan mencari jalan pintas dengan menghilangkan nyawa manusia.

“Kita tidak bisa membersihkan sesuatu dengan sapu kotor,” kata dia.
 
Yohan juga menilai Polri memiliki isu lain yang tidak kalah mendesak untuk diselesaikan. Sebagai contoh, Polri belum berhasil menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap Novel Baswedan yang penyidikannya sudah berlangsung lebih dari seratus hari. Ia menambahkan kebijakan tembak di tempat semacam itu tidak akan memberikan efek baik dalam waktu jangka panjang.
 
Yohan mencontohkan Thailand di bawah kepemimpinan Thaksin Shinawatra pernah menerapkan kebijakan yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan Duterte saat ini. Dalam periode yang singkat, jumlah narkotika yang beredar memang berkurang.

Namun, pembunuhan-pembunuhan ini tidak akan menyasar orang-orang yang menguasai sindikat peredaran gelap narkoba. Target-target sasaran selalu orang-orang yang ada di rantai komando paling bawah. Ketika mereka hilang selalu bisa digantikan posisinya oleh orang lain.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

Yusril Bakal Gugat UU Pemilu Jika Sudah Dimuat di Lembaran Negara

Nasional, Jakarta - Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Gugat UU Pemilu ke MK: Semoga Tak Ada Intervensi
 
Yusril bakal fokus menguji pasal-pasal tentang presidential threshold. Permohonan itu akan dilakukan atas nama dia sebagai pemohon. Ia mengatakan mempunyai legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian undang-undang. Sebab Partai Bulan Bintang (PBB), kata dia, telah memutuskan untuk mendukungnya maju ke pencalonan presiden 2019.
  
Menurut Yusril, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Ia menilai hambatan itu bukan hanya terhadap dia pribadi. Tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subianto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat.
 
Yusril menilai presidential threshold 20-25 persen didesain hanya untuk memunculkan calon tunggal yaitu Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga Partai Demokrat juga akan sulit mendapatkan 20 persen. Sehingga PBB, kata dia, akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain.
  
Yusril menuturkan angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subianto. “Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo,” kata dia.
 
Calon tunggal seperti itu, menurut Yusril, bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, tetapi juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. Ia menyebut Undang-Undang Dasar 1945 pascaamandemen mengisyaratkan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih dari sepasang.
 
Yusril berujar perlawanan terhadap presidential threshold ke MK adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR. Karena itu, ia sangat berharap MK akan bersikap benar-benar objektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepentingan politik yang sangat besar ini.
 
Dia pun mengharapkan MK memutus segera permohonan ini sebelum Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya maka meskipun permohonan ini dikabulkan nantinya, putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019.
 
Yusril Ihza Mahendra mencontohkan putusan MK tentang pemilu serentak. Putusan diambil pada 2014, namun Ketua MK ketika itu, Hamdan Zoelva, membacakan putusan dengan mengatakan pemilu serentak baru dilaksakan 2019. Sementara aturan pemilu tidak serentak itu sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 oleh MK sebelum pelaksanan Pemilu 2014. “Ini adalah sebuah anomali dan keanehan putusan MK yang tidak usah diulang lagi,” kata Yusril.
 
DANANG FIRMANTO

arrow_back arrow_forward apps
expand_less